Summarize the post with AI
Di tengah kebuntuan ini, sejumlah opsi kompromi beredar. Axios melaporkan AS mempertimbangkan pencairan dana Iran senilai US$20 miliar yang selama ini dibekukan, sebagai imbalan penyerahan cadangan uranium yang telah diperkaya. Namun Trump secara terbuka membantah: “Tidak akan ada pertukaran uang dalam bentuk apa pun.”
Lebanon: Konflik yang Membayangi Meja Perundingan
Upaya damai AS-Iran tidak bisa dipisahkan dari dinamika konflik di Lebanon, tempat Israel masih bertempur melawan Hizbullah — kelompok yang disokong Teheran.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, yang turut hadir dalam pembicaraan di Pakistan, menggarisbawahi posisi Teheran dengan tegas: “Gencatan senjata di Lebanon sama pentingnya dengan gencatan senjata di Iran.” Pernyataan itu mengisyaratkan bahwa bagi Iran, kedua front tidak bisa dipisahkan dalam satu paket perundingan.
Trump pada 16 April mengumumkan Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata 10 hari. Namun Hizbullah — aktor kunci di lapangan — tidak dilibatkan dalam negosiasi, meski kelompok tersebut menghentikan serangan roket ke Israel pada malam hari. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan pasukan Israel akan tetap berada di zona penyangga keamanan di Lebanon selatan. Israel menuntut pelucutan senjata Hizbullah — syarat yang ditolak mentah-mentah oleh kelompok tersebut, dan yang secara historis gagal diimplementasikan oleh pemerintah Beirut sendiri.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.