Summarize the post with AI
Kesibukan telah berubah menjadi simbol status baru di era modern. Namun di balik kalender yang penuh dan notifikasi yang tak berhenti, banyak orang justru kehilangan arah dan makna dari setiap langkah yang mereka ambil.
PUNGGAWANEWS – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kerja masa kini, ada paradoks yang jarang disadari: semakin sibuk seseorang, belum tentu semakin bermakna hidupnya. Kalender yang padat, rapat yang bertumpuk, dan daftar tugas yang mengular telah menciptakan ilusi kemajuan — padahal banyak yang sesungguhnya hanya berputar di tempat, seperti pelari di atas treadmill yang tak pernah bergeser satu langkah pun dari posisi semula.
Dunia kerja modern secara tidak sadar telah membangun sebuah norma baru: jika tidak sibuk, kamu tidak penting. Agenda yang kosong bukan lagi tanda ketenangan, melainkan tanda kegagalan sosial. Akibatnya, orang berlomba mengisi waktu dengan aktivitas — bukan karena aktivitas itu bermakna, melainkan karena kekosongan terasa mengancam.
Namun di balik layar laptop yang tak pernah padam itu, ada sesuatu yang perlahan menghilang: kehadiran diri. Seseorang bisa hadir di sepuluh tempat sekaligus, namun tidak benar-benar hadir di satu pun.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.