Penataan yang rapi juga diharapkan memberi dampak visual yang positif. Kawasan CFD yang teratur dan bersih secara otomatis akan lebih menarik minat masyarakat untuk datang lebih sering, dan itu berarti lebih banyak potensi transaksi bagi para pelaku UMKM.
Ratnawati menegaskan bahwa pemerintah Kabupaten Sinjai berkomitmen untuk terus mendampingi pelaku UMKM, tidak hanya saat acara-acara besar, tetapi juga dalam aktivitas mingguan seperti CFD yang rutin digelar setiap akhir pekan.
Keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam kegiatan seperti ini bukan tanpa alasan. Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi pelaku usaha kecil, kehadiran pemerintah yang hadir secara fisik dan memberikan kebijakan konkret adalah sinyal penting bahwa mereka tidak berjuang sendiri.
CFD Lapangan Nasional Sinjai kini bukan sekadar agenda mingguan. Ia sedang bertransformasi menjadi ekosistem kecil yang hidup—tempat warga bisa sehat, pelaku usaha bisa berkembang, dan komunitas bisa bersama dalam satu kawasan yang sama.
Jika dikelola dengan konsisten dan penuh komitmen, Lapangan Nasional Sinjai berpeluang menjadi contoh nyata bagaimana ruang publik bisa menjadi mesin pertumbuhan ekonomi lokal yang sederhana, inklusif, dan berkelanjutan.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.