“Melalui kegiatan Car Free Day ini, kami berharap para pelaku UMKM di Sinjai dapat ikut berpartisipasi sekaligus menjalankan usaha mereka. Sehingga masyarakat yang hadir juga bisa menikmati beragam menu jajanan yang tersedia,” ujar Ratnawati di sela kunjungannya.
Pernyataan itu bukan sekadar harapan kosong. Ratnawati melihat potensi besar yang selama ini belum tergarap maksimal. Ketika ratusan bahkan ribuan orang berkumpul di satu titik setiap pekan, itu adalah peluang pasar yang sesungguhnya bagi pelaku UMKM untuk menjangkau konsumen secara langsung, tanpa biaya promosi yang mahal.
Menurutnya, manfaat CFD harus dirasakan secara berlapis. Warga mendapat ruang untuk bergerak dan menjaga kebugaran. Pelaku usaha mendapat panggung untuk memperkenalkan produk mereka. Dan pemerintah daerah mendapat momentum untuk menggerakkan roda ekonomi dari bawah.
“Dengan adanya CFD ini, roda perekonomian juga bisa terus berputar. Masyarakat bisa berolahraga, kemudian menikmati jajanan yang sehat dari para pelaku UMKM,” katanya.
Namun Ratnawati juga realistis. Potensi besar itu hanya akan terwujud jika dikelola dengan serius dan teratur. Ia menyoroti satu hal yang menurutnya perlu segera dibenahi: penataan lapak UMKM yang masih belum optimal.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.