BNPB mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah dalam menangani dua jenis bencana sekaligus ini. Namun apresiasi saja tidak cukup. Muhari mendorong agar pemantauan lapangan terus diintensifkan, distribusi air bersih dioptimalkan, dan edukasi kepada masyarakat soal penggunaan air secara bijak terus digalakkan.
Pesan utama dari BNPB sangat jelas dan tidak bisa diabaikan: jangan membakar lahan dalam kondisi apapun selama musim kemarau berlangsung. Satu percikan api di kawasan kering bisa berubah menjadi bencana yang sulit dikendalikan dalam waktu singkat.
“Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran terbuka maupun aktivitas lain yang dapat memicu munculnya titik api, serta segera melaporkan kepada BPBD atau instansi terkait apabila menemukan indikasi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif,” kata Muhari.
Imbauan serupa berlaku bagi warga yang mulai merasakan kesulitan air bersih. Jangan menunggu kondisi semakin parah sebelum melapor. Pemerintah desa dan BPBD siap menerima laporan dan menyalurkan bantuan, asalkan informasi datang tepat waktu.
Musim kemarau tahun ini menjadi pengingat keras bahwa bencana tidak selalu datang dalam bentuk banjir atau gempa. Api yang merayap di semak kering dan sumur yang perlahan mengering pun bisa menjadi krisis nyata jika tidak ditangani dengan serius dan cepat.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.