Di bagian akhir sambutan, Prabowo menyampaikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang masih terlibat dalam berbagai bentuk pelanggaran hukum. Ia membuka pintu bagi mereka yang bersedia mengakui kesalahan dan menjadi justice collaborator—istilah hukum bagi pelaku yang bersedia bekerja sama dengan penegak hukum demi membongkar jaringan yang lebih besar.
“Yang tidak mau membersihkan diri, tunggu waktunya saja ya. Karena kita tidak akan berhenti, kita tidak akan ragu-ragu. Lebih baik saudara bersihkan diri, tertibkan diri, pengakuan dosa, cepat-cepat lapor. Jadi, saudara bisa menjadi justice collaborator,” tegasnya.
Pernyataan itu terdengar bukan sekadar imbauan, melainkan sinyal peringatan. Prabowo ingin pesan itu sampai kepada siapa saja yang merasa masih aman bersembunyi di balik sistem yang korup atau jaringan yang terselubung.
Rencana perubahan nama BNN ini masih perlu ditindaklanjuti secara formal melalui regulasi yang sesuai. Namun pernyataan terbuka sang Presiden di hadapan publik dan aparat penegak hukum menjadi penanda kuat bahwa kebijakan itu bukan sekadar wacana. Pemerintahan Prabowo tampak serius memperkuat kelembagaan dalam perang narkotika—dan perubahan nama menjadi salah satu langkah simbolis sekaligus strategis dalam arah tersebut.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.