Namun Prabowo tidak hanya berbicara soal prestasi. Ia juga mengangkat realita pahit di lapangan—kondisi di mana petugas yang berupaya menertibkan kawasan narkoba justru menghadapi perlawanan fisik dari para pelaku.
“Kalau petugas masuk, petugas yang diserang, Saudara-saudara. Sudah beberapa petugas kepolisian yang mati mau tertibkan narkoba itu,” kata Prabowo dengan nada serius. Pernyataan itu menjadi pengingat bahwa pemberantasan narkoba bukan pekerjaan mudah—ada nyawa yang dipertaruhkan di balik setiap operasi penertiban.
Prabowo juga menegaskan bahwa persoalan narkotika bukan semata masalah domestik. Indonesia, menurut dia, hanya salah satu dari banyak negara yang tengah berjuang keras jaringan peredaran narkoba internasional. Karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan intensitas penindakan tanpa kompromi.
Momen penyerahan aset sitaan itu sendiri menjadi simbol nyata dari kerja keras aparat. Satgas PKH, yang dibentuk untuk menertibkan kawasan hutan bermasalah, kini menjadi contoh kolaborasi lintas lembaga yang mulai menular ke instansi lain—termasuk perusahaan-perusahaan negara yang menurut Prabowo sudah mulai berbenah.
“Saya sangat bangga sekarang, saya katakan dengan contoh yang dirintis oleh Satgas PKH, lembaga-lembaga lain ikut, perusahaan-perusahaan negara sudah mulai membersihkan diri,” ujarnya.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.