Di luar soal pembatasan jumlah dan perbaikan data, BGN juga tengah mempersiapkan satu inovasi dalam metode penyajian makanan: sistem prasmanan atau buffet. Model ini sedang dalam tahap uji coba di sejumlah SPPG sebagai alternatif dari penyajian makanan dalam kemasan atau kotak yang selama ini dominan.

Gagasannya sederhana namun berdampak besar. Dengan sistem prasmanan, makanan bisa disajikan dalam kondisi masih hangat langsung dari dapur ke meja saji. Tidak perlu dikemas, tidak perlu menunggu dalam antrean distribusi yang panjang. Waktu yang dihemat berarti kualitas makanan yang lebih terjaga—baik dari sisi suhu maupun kandungan gizinya.

“Jika makanan disajikan dalam kondisi masih hangat, gizinya tetap terjaga dan tidak menghabiskan banyak waktu dalam proses distribusi. Dengan demikian, risiko keracunan bisa dicegah,” jelas Trenggono.

Model prasmanan juga memungkinkan pengawasan langsung oleh petugas SPPG di titik penyajian. Berbeda dengan makanan yang sudah dikemas sejak dapur dan baru dibuka di sekolah atau pos layanan, prasmanan memberi ruang untuk kontrol kualitas secara real-time.

Tentu saja, transisi ini membutuhkan penyesuaian infrastruktur di lapangan. Tidak semua SPPG memiliki ruang atau perlengkapan yang memadai untuk sistem prasmanan. Namun BGN tampaknya memilih untuk memulai dari yang bisa, lalu memperluas secara bertahap berdasarkan hasil uji coba.



Follow Widget