Summarize the post with AI
Yang menarik, tingkat pemanfaatan fasilitas pengiriman barang oleh jemaah masih tergolong rendah. Dari total 221 ribu jemaah yang diberangkatkan pada musim haji 2025, hanya 17.232 orang yang tercatat memanfaatkan layanan pengiriman barang dari Arab Saudi ke Indonesia. Artinya, lebih dari 90 persen jemaah belum mengoptimalkan fasilitas yang telah disiapkan pemerintah.
Secara distribusi jalur masuk, pengiriman terbesar tercatat melalui Kantor Pos Pasar Baru sebanyak 17.814 CN dengan nilai 1,68 juta dolar AS, sementara melalui KPUBC Soekarno-Hatta tercatat 3.306 CN senilai 300.877 dolar AS.
DJBC juga menyoroti masih adanya jemaah yang mengirim barang lebih dari dua kali, melampaui batas frekuensi pengiriman yang diperbolehkan. Cindhe berharap informasi soal pembatasan ini dapat disosialisasikan lebih luas agar jemaah ke depan dapat memanfaatkan fasilitas secara optimal dan sesuai aturan.
Pada musim haji 2026 yang segera berlangsung, pemerintah menetapkan kuota sebanyak 221 ribu jemaah, terdiri atas 203.320 jemaah haji reguler dan 17.680 jemaah haji khusus. Kloter pertama dijadwalkan berangkat pada 22 April 2026 menuju Madinah sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah, dengan keberangkatan terakhir pada 21 Mei 2026. Puncak ibadah haji diperkirakan berlangsung pada 22 Mei, dengan jadwal inti pelaksanaan wukuf dan rangkaian ibadah pada 26 Mei 2026.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.