Kebijakan semacam ini, alih-alih memperluas basis pajak secara adil, justru terkesan memeras lapisan masyarakat yang paling rentan di saat paling sulit.

Bukan Pajak yang Salah, Tapi Cara dan Momentumnya

Pajak adalah instrumen yang sah dan perlu. Tidak ada negara modern yang bisa berfungsi tanpa penerimaan pajak. Namun ada prinsip dasar perpajakan yang tampaknya dilupakan: pajak dipungut ketika rakyat sudah sejahtera, bukan ketika mereka sedang berjuang untuk sekadar bertahan.

Para ekonom dan pengamat kebijakan publik sudah lama mengingatkan bahwa solusi atas krisis fiskal bukan semata soal meningkatkan penerimaan pajak, tetapi juga—bahkan terutama—soal efisiensi belanja. Potong anggaran yang tidak produktif. Tinjau ulang program-program konsumtif. Pastikan setiap rupiah belanja negara menghasilkan nilai nyata bagi masyarakat.

Hilirisasi yang serius, bukan sekadar komoditas mentah yang dijual ke luar negeri, juga menjadi kunci untuk memperkuat devisa dan mengurangi ketergantungan impor. Demikian pula iklim investasi yang kondusif—bukan investasi di atas kertas, tetapi iklim yang benar-benar membuat pengusaha lokal betah dan investor asing mau masuk.



Follow Widget