Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru non-PNS juga mendapat perhatian serius. Sebanyak 1,3 juta guru non-aparatur sipil negara akan mendapat tunjangan profesi dari alokasi yang telah disiapkan pemerintah dalam pos anggaran tersebut.

Pemerintah juga mengalokasikan dana untuk pembangunan infrastruktur pendidikan secara masif. Tujuh Sekolah Garuda unggulan akan dibangun dengan anggaran Rp2,7 triliun. Renovasi 12.215 madrasah disiapkan senilai Rp18,2 triliun, sementara pembangunan dan operasional sekitar 100 hingga 166 sekolah rakyat (SR) membutuhkan dana Rp32,9 triliun.

Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tetap menjadi tulang punggung layanan pendidikan dasar. Program ini akan mengalir ke 54,2 juta siswa di seluruh Indonesia, menjamin keberlangsungan operasional sekolah dari Sabang sampai Merauke.

Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) juga disiapkan untuk 6,3 juta siswa, serta tunjangan dan tambahan penghasilan bagi 1,7 juta guru ASND yang mengabdi di daerah. Tak ketinggalan, BOP untuk 148 museum dan Taman Budaya turut masuk dalam hitungan total anggaran tersebut.

Dalam forum yang sama, Menteri Investasi Rosan Roeslani juga menyinggung pentingnya transparansi transaksi komoditas melalui sistem Devisa Hasil Ekspor (DHE) dan Bursa Komoditas. Ia menyebutkan bahwa sejak Juni lalu, pemerintah telah menganalisis sekitar 6.500 transaksi ekspor senilai sekitar 14 miliar dolar Amerika Serikat.



Follow Widget