Prabowo langsung memutuskan: minimal 30 pabrik akan dibangun, bahkan ia membuka kemungkinan hingga 50 pabrik. “India sudah E20, Brazil sudah E100. Masa Indonesia enggak bisa?” serunya, disambut sorak-sorai hadirin.

Di sisi energi, ia juga mengumumkan keberhasilan mengaktifkan kembali blok gas yang sempat mangkrak selama 28 tahun—salah satu yang terbesar di kawasan. Sebuah prestasi yang ia sebut sebagai bukti bahwa Indonesia mampu menggerakkan aset-aset yang selama ini tidur.

Namun di balik semua optimisme itu, Prabowo menyisipkan peringatan keras. Ia menegaskan tidak akan memberi toleransi kepada siapa pun—pejabat, birokrat, maupun petinggi BUMN—yang dipercaya dan digaji rakyat, namun justru mengkhianati kepercayaan itu.

“Apalagi mencuri uang rakyat. Saya tidak toleransi. Saya tidak akan ragu-ragu,” katanya dengan nada datar namun penuh bobot.

Penertiban besar-besaran, kata Prabowo, sedang berjalan di berbagai sektor: penyelundupan, tambang ilegal, perkebunan ilegal, perikanan ilegal, hingga permainan dagang yang tidak sah. Ia menyebutnya sebagai “pekerjaan besar” yang membutuhkan kerja keras seluruh elemen.



Follow Widget