Pernyataan itu bukan sekadar basa-basi. Ini adalah sinyal bahwa Prabowo menaruh kepercayaan penuh kepada Amran untuk mengembalikan kedaulatan gula Indonesia—komoditas strategis yang selama bertahun-tahun menjadi sumber kebocoran devisa negara.

Program peremajaan tebu besar-besaran ini masuk dalam kerangka visi swasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Prabowo. Dalam forum yang sama, ia mengumumkan bahwa target swasembada pangan secara umum sudah mulai menampakkan hasil nyata.

Capaian itu bukan satu-satunya yang ia banggakan. Indonesia kini menjadi negara pertama di dunia yang berhasil memproduksi bahan bakar campuran berbasis kelapa sawit dengan kadar 50 persen atau B50. Mulai Juli ini, Indonesia resmi tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri.

“Lebih baik uang itu beredar di Indonesia, dinikmati oleh petani-petani sawit di seluruh Indonesia,” tegas Prabowo.

Tidak berhenti di sana. Di hadapan para pejabat dan tamu undangan, Prabowo mengumumkan rencana pembangunan pabrik etanol baru. Saat ini Indonesia baru memiliki satu pabrik etanol yang mampu mencampur bahan bakar dengan 10 persen etanol atau E10. Namun para teknisi di lapangan menyebut potensi hingga E20 sudah dalam jangkauan.



Follow Widget