Di sisi hulu, pemerintah juga mempercepat hilirisasi komoditas hortikultura strategis seperti kopi, kelapa, dan tebu. Langkah ini bertujuan meningkatkan nilai tambah produk pertanian sekaligus memperkuat daya saing petani di pasar domestik maupun ekspor.

Program ini bukan baru dimulai. Sejak 2025, pemerintah telah menggarap lahan seluas 870 ribu hektare yang tersebar di berbagai provinsi, termasuk di seluruh kabupaten di Papua. Tahun ini programnya dilanjutkan dan diperluas.

Papua menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian ekstra. Pemerintah telah menggelontorkan bantuan senilai Rp3,2 triliun untuk sektor pertanian Papua pada 2026, setelah sebelumnya mengalokasikan Rp2 triliun di tahun 2025. Total bantuan yang telah disalurkan ke wilayah paling timur Indonesia itu melampaui angka Rp5,5 triliun.

Presiden Prabowo, menurut Amran, langsung memberikan instruksi agar bantuan tersebut terus dilanjutkan dan tidak berhenti di satu titik. Permintaan cetak sawah baru dari Papua Barat dan sejumlah provinsi lainnya pun dikabulkan.

Bantuan yang diberikan bukan dalam bentuk uang tunai semata. Traktor, bibit, hingga pembukaan lahan sawah baru menjadi bagian dari paket bantuan langsung yang menyentuh kebutuhan riil para petani di lapangan.

Optimisme pemerintah menghadapi El Nino Godzilla bukan tanpa dasar. Kombinasi cadangan pangan yang besar, infrastruktur yang terus diperkuat, serta suntikan dana yang signifikan ke daerah-daerah produktif menjadi fondasi utama yang diandalkan.



Follow Widget