Namun pemerintah tidak hanya mengandalkan cadangan yang ada. Sejumlah infrastruktur pertanian telah disiapkan sebagai benteng menghadapi krisis air dan gagal panen yang mungkin terjadi.

Pembangunan embung, irigasi pompa, sumur dalam, hingga pompanisasi menjadi bagian dari paket mitigasi yang sedang dan telah berjalan. Selain itu, lahan rawa yang sebelumnya hanya bisa dipanen sekali setahun kini dioptimalkan agar bisa menghasilkan dua hingga tiga kali panen.

Program cetak sawah baru juga terus dilanjutkan sebagai investasi jangka panjang ketahanan pangan. Seluruh langkah ini, menurut Amran, dirancang agar risiko akibat El Nino Godzilla dapat diminimalkan semaksimal mungkin.

Tidak hanya soal beras, pemerintah juga bergerak cepat menjaga stabilitas harga komoditas peternakan. Telur dan daging ayam menjadi perhatian khusus karena keduanya merupakan sumber protein hewani yang paling terjangkau bagi masyarakat luas.

Mentan Amran mengaku langsung menghubungi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan konsumsi telur dan ayam dari sekali menjadi tiga kali dalam sepekan. Langkah itu disebut berhasil mendorong harga komoditas tersebut naik secara perlahan namun terukur, dan disepakati bersama seluruh pemangku kepentingan.



Follow Widget