Satu rencana lain yang tak kalah signifikan juga disinggung oleh Luhut dalam kesempatan yang sama. Dalam satu hingga dua tahun ke depan, pemerintah berencana mengubah skema subsidi yang selama ini berbentuk barang—seperti beras, minyak goreng, atau LPG—menjadi bantuan langsung tunai yang disalurkan langsung ke tangan penerima. Pergeseran ini diyakini akan mengurangi kebocoran di rantai distribusi sekaligus memberi keleluasaan kepada penerima untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.
Rencana itu, kata Luhut, sudah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Namun ia tidak mengungkapkan bagaimana respons sang presiden terhadap gagasan tersebut—sebuah keheningan yang tentu saja menyimpan banyak kemungkinan.
Yang jelas, 2027 bisa menjadi titik balik dalam cara negara ini memperlakukan data warga miskinnya. Bukan lagi tumpukan kertas dan spreadsheet yang sudah basi, melainkan sistem hidup yang terus diperbarui oleh mesin cerdas. Apakah ini akan benar-benar menjangkau mereka yang selama ini terlewat, ataukah sekadar mengganti kemasan tanpa mengubah isi—itu yang masih harus dibuktikan di lapangan.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.