MAKASSAR, PUNGGAWANEWS – Sembilan warga negara Indonesia yang ditangkap militer Israel setelah kapal mereka dicegat di perairan Siprus akhirnya mendapatkan kebebasan. Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengumumkan kabar gembira itu pada Kamis malam, 21 Mei 2025, menyatakan para WNI kini dalam perjalanan dari Israel menuju Istanbul, Turki, sebelum akhirnya pulang ke Tanah Air.

Mereka tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0, sebuah konvoi kapal yang bertolak dari Turki dengan tujuan Jalur Gaza, Palestina. Misi itu bertujuan menembus blokade laut Israel untuk menyalurkan bantuan bagi warga sipil yang terkepung. Namun di perairan dekat Siprus, kapal-kapal tersebut dicegat oleh pasukan komando Angkatan Laut Israel.

Pencegatan itu berujung pada penangkapan 430 aktivis kemanusiaan dari berbagai negara, termasuk sembilan WNI. Mereka kemudian dibawa masuk ke wilayah Israel dan sempat ditahan selama beberapa hari. Kabar ini pertama kali dikonfirmasi oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).

Berdasarkan data yang dirilis GPCI, kesembilan WNI itu tersebar di berbagai kapal dalam armada tersebut. Herman Budianto Sudarsono dan Ronggo Wirasanu berada di Kapal Zapyro. Andi Angga Prasadewa berada di Kapal Josef, sementara As’ad Aras Muhammad dan Hendro Prasetyo sama-sama berada di Kapal Kasr-1. Bambang Noroyono bergabung di Kapal BoraLize, sedangkan Thoudy Badai Rifan Billah dan Rahendro Herubowo tercatat di Kapal Ozgurluk. Andre Prasetyo Nugroho menjadi yang terakhir, berada di Kapal RIM.