NAJAF, PUNGGAWANEWS – Peti jenazah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026, tiba di kota Najaf, Irak, pada Selasa, 7 Juli 2026. Kedatangan itu menandai dimulainya prosesi pemakaman bersejarah yang menarik perhatian jutaan umat Syiah di seluruh dunia.
Khamenei, yang selama lebih dari tiga dekade memegang kendali penuh atas Republik Islam Iran, gugur dalam serangan yang mengguncang peta geopolitik Timur Tengah. Kematiannya bukan sekadar kehilangan seorang pemimpin — ia adalah titik balik yang memicu perubahan besar di kawasan yang sudah lama membara.
Prosesi pemakaman ini dirancang melewati sejumlah kota suci Syiah di Iran dan Irak. Berdasarkan laporan televisi pemerintah Iran, jenazah akan singgah di Najaf dan Karbala — dua kota paling sakral dalam tradisi Islam Syiah — sebelum akhirnya dibawa kembali ke tanah air untuk dimakamkan.
Pemakaman resmi dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026 di Makam Imam Reza, Mashhad, kota kelahiran Khamenei di timur laut Iran. Tempat itu dipilih bukan tanpa makna — Mashhad adalah kota yang menjadi identitas dan akar spiritual sang pemimpin sejak kecil.
Ribuan pelayat diperkirakan memadati setiap titik prosesi, baik di Irak maupun Iran. Kehadiran massa yang besar ini mencerminkan betapa dalam pengaruh Khamenei di kalangan umat Syiah, sekaligus menggambarkan betapa pentingnya momen ini secara keagamaan dan politik.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.