SALATIGA, PUNGGAWANEWS – Empat puluh dua anggota Pramuka terbaik Kota Salatiga resmi diberangkatkan menuju Jambore Nasional XII Tahun 2026, Selasa (11/8/2026). Bukan sekadar pelepasan biasa — momen di Pendopo Pakuwon itu menjadi pengingat bahwa setiap langkah kontingen adalah cerminan wajah sebuah kota yang dikenal paling toleran di Indonesia.
Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan, Sp.OG., yang sekaligus menjabat Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Kota Salatiga, secara resmi melepas Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Salatiga dalam upacara yang berlangsung penuh semangat. Pelepasan ditandai dengan pemakaian jaket kontingen secara simbolis kepada perwakilan peserta, disusul teriakan yel-yel yang membahana di halaman pendopo.
Kontingen yang berangkat terdiri dari 32 pramuka penggalang pilihan hasil seleksi panjang dari seluruh SMP dan MTs se-Kota Salatiga. Mereka didampingi para pembina, pimpinan kontingen, unsur Dewan Kerja Cabang, Andalan Cabang, serta Pembina Gugus Depan — membentuk tim solid yang siap bersaing sekaligus bersaudara di tingkat nasional.
Jamnas XII dijadwalkan berlangsung pada 13 hingga 20 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur. Ribuan Pramuka dari seluruh penjuru Indonesia akan berkumpul di sana, menjadikan ajang ini sebagai salah satu perhelatan kepramukaan paling bergengsi di tanah air.
Di Buperta Cibubur, para peserta akan mengikuti rangkaian kegiatan yang padat dan beragam. Mulai dari keterampilan dan petualangan kepramukaan, , kegiatan keagamaan, seni dan budaya, teknologi, pertanian terpadu, hingga sesi persaudaraan antar kontingen dari berbagai daerah.
Azzahra Kayla Eka Putri, yang tampil sebagai perwakilan kontingen, menyampaikan kata pamit yang mengharukan kepada Wali Kota dan seluruh masyarakat Salatiga. Gadis muda itu menegaskan bahwa keberangkatan mereka bukan semata urusan pribadi atau kebanggaan gugus depan semata.
“Kami membawa kehormatan dan nama baik Kota Salatiga,” ujarnya dengan mantap di hadapan para hadirin.
Azzahra juga memohon doa restu agar seluruh anggota kontingen diberi kesehatan, kekuatan, dan kelancaran selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga kembali ke Salatiga dengan selamat. Ia menegaskan bahwa kontingen Kwarcab Salatiga berkomitmen memegang teguh Satya dan Darma Pramuka, menjaga sopan santun, serta mengamalkan nilai-nilai positif selama berada di panggung nasional.
Pesan itu disambut dan diperkuat oleh arahan langsung Wali Kota Robby. Ia berharap para peserta tidak hanya meraih pengalaman, tetapi juga mampu memancarkan karakter khas warga Salatiga — ramah, santun, berbudi pekerti luhur, peduli, dan selalu siap menolong sesama.
Bagi Robby, Jamnas bukan sekadar ajang perlombaan atau rekreasi. Di sanalah, di tengah ribuan Pramuka dari berbagai latar belakang budaya dan daerah, para peserta Salatiga menjadi duta nyata kota mereka. Setiap sikap, setiap sapaan, dan setiap interaksi adalah representasi langsung dari identitas Salatiga.
Wali Kota kemudian menyinggung sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar trofi atau penghargaan. Salatiga dikenal luas sebagai kota paling toleran di Indonesia — sebuah predikat yang tidak datang dengan sendirinya, melainkan dibangun dari karakter warganya sehari-hari.
“Jiwa atau karakter ini merupakan fondasi dasar bagaimana kita sebagai warga Kota Salatiga untuk mempertahankan status Kota Salatiga sebagai kota tertoleran se-Indonesia,” tegasnya di hadapan kontingen.
Robby menekankan bahwa toleransi tidak boleh berhenti sebagai sebuah label atau gelar semata. Toleransi harus hidup dalam sikap, perilaku, dan cara pandang — dan Jamnas adalah laboratorium nyata untuk mengasah semua itu.
Pengalaman berinteraksi langsung dengan Pramuka dari berbagai suku, budaya, dan daerah di seluruh Indonesia selama delapan hari di Cibubur diharapkan semakin menumbuhkan kepekaan terhadap keberagaman. Sekaligus memperkuat rasa persatuan yang menjadi nafas gerakan kepramukaan sejak lama.
Wali Kota juga berpesan agar para peserta menjalani Jamnas dengan penuh keceriaan dan terbuka dalam membangun persaudaraan serta jejaring. Pengalaman berharga yang mereka dapatkan kelak diharapkan tidak disimpan sendiri, melainkan dibagikan kepada generasi muda lainnya di Salatiga ketika mereka pulang.
Semangat itulah yang terpancar dari Pendopo Pakuwon pada Selasa pagi itu. Empat puluh dua Pramuka Salatiga berangkat bukan hanya membawa ransel dan seragam coklat — mereka membawa nilai, membawa karakter, dan membawa nama sebuah kota yang bangga dengan keberagamannya.
Kini, panggung nasional menanti. Dan Salatiga siap tampil.
BIRO JATENG
FAQ
Kapan dan di mana Jambore Nasional XII Tahun 2026 dilaksanakan?
Jambore Nasional XII Tahun 2026 dilaksanakan pada 13–20 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur.
Berapa jumlah anggota kontingen Pramuka Kota Salatiga yang mengikuti Jamnas XII?
Sebanyak 42 orang, terdiri dari 32 pramuka penggalang hasil seleksi SMP/MTs se-Kota Salatiga beserta pembina pendamping, pimpinan kontingen, dan unsur Kwarcab lainnya.
Apa pesan utama yang disampaikan Wali Kota Salatiga kepada kontingen sebelum berangkat?
Wali Kota Robby Hernawan berpesan agar kontingen menunjukkan karakter ramah, santun, dan toleran sebagai cerminan identitas Salatiga sebagai kota tertoleran di Indonesia, bukan sekadar meraih prestasi.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.