Sinjai memiliki spektrum potensi yang cukup lebar: dari produk pertanian dan perikanan, kerajinan lokal, hingga destinasi wisata alam dan budaya yang masih relatif belum terjamah radar wisatawan luar. Expo seperti ini adalah jendela yang jarang terbuka lebar—dan Pemerintah Sinjai tampaknya bertekad tidak menyia-nyiakannya.

Persiapan yang dimatangkan melalui rapat koordinasi ini juga mencerminkan pergeseran cara pandang pemerintah daerah dalam mengelola keikutsertaan di event skala provinsi. Tidak lagi sekadar memenuhi undangan, melainkan hadir dengan strategi, narasi, dan representasi yang terencana.

Video potensi daerah yang disiapkan, misalnya, bukan sekadar kompilasi gambar. Ia dirancang sebagai medium komunikasi yang mampu menyampaikan pesan tentang Sinjai secara ringkas namun berkesan—kepada investor, mitra bisnis, maupun pengunjung umum yang mungkin belum pernah mendengar nama Sinjai sebelumnya.

Dengan empat elemen utama yang telah disiapkan—stand produk UMKM dan pasar murah, video potensi daerah, khas, karnaval kendaraan hias, dan jalan sehat—partisipasi Kabupaten Sinjai di Sulsel Expo and Culinary 2026 dirancang sebagai paket lengkap yang menyentuh berbagai lapisan audiens.

Lapangan Hasanuddin, Makassar, dalam tiga hari ke depan akan menjadi arena pembuktian. Dan Sinjai datang bukan hanya untuk hadir, melainkan untuk diingat.



Follow Widget