SINJAI, PUNGGAWANEWS – Hanya dua hari sebelum gerbang Sulsel Expo and Culinary 2026 resmi dibuka, Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif memimpin rapat koordinasi lintas perangkat daerah di Command Center, Rabu, 14 Oktober 2026. Agenda tunggalnya: memastikan Kabupaten Sinjai tampil optimal di hadapan ribuan pengunjung yang akan memadati lapangan Hasanuddin, Makassar.
Rapat itu bukan sekadar pertemuan rutin. Ini adalah titik akhir dari rangkaian persiapan yang menentukan seberapa kuat Sinjai merepresentasikan dirinya di panggung promosi daerah terbesar Sulawesi Selatan. Hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Andi Jefrianto Asapa, Ketua TP PKK Ny. Rosalina Andi Mahyanto, serta seluruh kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Sinjai.
Sulsel Expo and Culinary 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, dari 16 hingga 18 Oktober 2026. Ajang ini menjadi arena unjuk gigi bagi puluhan kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan untuk memamerkan keunggulan daerah masing-masing kepada publik, investor, dan pelaku usaha.
Dalam rapat tersebut, pembahasan bergerak cepat dari satu agenda ke agenda berikutnya. Tim persiapan membedah detail teknis yang kerap luput dari perhatian namun justru menentukan kesan pertama pengunjung: bagaimana stand ditata, produk apa yang dipajang, hingga konten video yang akan memutar panorama potensi Sinjai secara visual.
Stand Kabupaten Sinjai dirancang tidak hanya sebagai etalase produk, melainkan sebagai ruang pengalaman. Produk-produk UMKM lokal akan dihadirkan berdampingan dengan program pasar murah yang memberi nilai langsung bagi masyarakat yang berkunjung. Pendekatan ini sejalan dengan tren expo modern yang tak lagi mengandalkan sekadar display statis.
Sajian khas Sinjai menjadi salah satu daya tarik yang disiapkan secara khusus. Cita rasa lokal kerap menjadi pintu masuk yang paling mudah bagi orang luar untuk mengenal sebuah daerah. Melalui hidangan tradisional yang autentik, Sinjai bermaksud meninggalkan kesan yang lekat di lidah sekaligus di ingatan pengunjung.
Tidak berhenti di sana, kontingen Sinjai juga akan mengirimkan kendaraan hias dalam Karnaval yang menjadi salah satu segmen paling dinantikan publik di setiap penyelenggaraan expo. Karnaval kendaraan hias menjadi medium visual yang efektif untuk mengomunikasikan identitas budaya dan kreativitas daerah dalam format yang menghibur dan mudah diakses semua kalangan.
Untuk menambah semarak partisipasi, Jalan Sehat Anti Mager juga disiapkan sebagai kegiatan yang melibatkan langsung masyarakat. Program ini menegaskan bahwa keikutsertaan Sinjai bukan hanya soal pameran produk, melainkan tentang membangun interaksi nyata dengan publik yang lebih luas.
Bupati Ratnawati Arif menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah harus bergerak sinergis, bukan masing-masing berjalan sendiri. Koordinasi lintas dinas menjadi kunci agar setiap elemen partisipasi—dari stand hingga karnaval—berjalan mulus tanpa hambatan teknis di lapangan. Ia mendorong agar semangat kebersamaan ini terpancar nyata, bukan hanya dalam rapat, melainkan selama tiga hari penyelenggaraan expo.
Harapan yang diemban kontingen Sinjai ke Makassar jauh melampaui sekadar target kunjungan stand. Pemerintah Kabupaten Sinjai melihat Sulsel Expo 2026 sebagai momentum strategis untuk membuka jalur distribusi baru bagi produk UMKM lokal, menarik perhatian investor terhadap sektor pariwisata, dan memperluas jaringan kerja sama antardaerah yang selama ini belum tergarap maksimal.
Sinjai memiliki spektrum potensi yang cukup lebar: dari produk pertanian dan perikanan, kerajinan lokal, hingga destinasi wisata alam dan budaya yang masih relatif belum terjamah radar wisatawan luar. Expo seperti ini adalah jendela yang jarang terbuka lebar—dan Pemerintah Sinjai tampaknya bertekad tidak menyia-nyiakannya.
Persiapan yang dimatangkan melalui rapat koordinasi ini juga mencerminkan pergeseran cara pandang pemerintah daerah dalam mengelola keikutsertaan di event skala provinsi. Tidak lagi sekadar memenuhi undangan, melainkan hadir dengan strategi, narasi, dan representasi yang terencana.
Video potensi daerah yang disiapkan, misalnya, bukan sekadar kompilasi gambar. Ia dirancang sebagai medium komunikasi yang mampu menyampaikan pesan tentang Sinjai secara ringkas namun berkesan—kepada investor, mitra bisnis, maupun pengunjung umum yang mungkin belum pernah mendengar nama Sinjai sebelumnya.
Dengan empat elemen utama yang telah disiapkan—stand produk UMKM dan pasar murah, video potensi daerah, khas, karnaval kendaraan hias, dan jalan sehat—partisipasi Kabupaten Sinjai di Sulsel Expo and Culinary 2026 dirancang sebagai paket lengkap yang menyentuh berbagai lapisan audiens.
Lapangan Hasanuddin, Makassar, dalam tiga hari ke depan akan menjadi arena pembuktian. Dan Sinjai datang bukan hanya untuk hadir, melainkan untuk diingat.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.