Sajian khas Sinjai menjadi salah satu daya tarik yang disiapkan secara khusus. Cita rasa lokal kerap menjadi pintu masuk yang paling mudah bagi orang luar untuk mengenal sebuah daerah. Melalui hidangan tradisional yang autentik, Sinjai bermaksud meninggalkan kesan yang lekat di lidah sekaligus di ingatan pengunjung.

Tidak berhenti di sana, kontingen Sinjai juga akan mengirimkan kendaraan hias dalam Karnaval yang menjadi salah satu segmen paling dinantikan publik di setiap penyelenggaraan expo. Karnaval kendaraan hias menjadi medium visual yang efektif untuk mengomunikasikan identitas budaya dan kreativitas daerah dalam format yang menghibur dan mudah diakses semua kalangan.

Untuk menambah semarak partisipasi, Jalan Sehat Anti Mager juga disiapkan sebagai kegiatan yang melibatkan langsung masyarakat. Program ini menegaskan bahwa keikutsertaan Sinjai bukan hanya soal pameran produk, melainkan tentang membangun interaksi nyata dengan publik yang lebih luas.

Bupati Ratnawati Arif menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah harus bergerak sinergis, bukan masing-masing berjalan sendiri. Koordinasi lintas dinas menjadi kunci agar setiap elemen partisipasi—dari stand hingga karnaval—berjalan mulus tanpa hambatan teknis di lapangan. Ia mendorong agar semangat kebersamaan ini terpancar nyata, bukan hanya dalam rapat, melainkan selama tiga hari penyelenggaraan expo.

Harapan yang diemban kontingen Sinjai ke Makassar jauh melampaui sekadar target kunjungan stand. Pemerintah Kabupaten Sinjai melihat Sulsel Expo 2026 sebagai momentum strategis untuk membuka jalur distribusi baru bagi produk UMKM lokal, menarik perhatian investor terhadap sektor pariwisata, dan memperluas jaringan kerja sama antardaerah yang selama ini belum tergarap maksimal.



Follow Widget