Summarize the post with AI
Selain itu, kinerja penerimaan negara juga menjadi faktor penopang. Pemerintah mencatat pertumbuhan penerimaan pajak mencapai sekitar 30 persen pada dua bulan pertama tahun ini, dan sekitar 20 persen sepanjang Januari hingga Maret dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian ini mencerminkan pemulihan aktivitas ekonomi domestik sekaligus penguatan basis penerimaan negara.
Upaya reformasi kelembagaan turut dilakukan melalui penataan di Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai guna meningkatkan efektivitas pengumpulan penerimaan. Purbaya menilai, capaian tersebut mendapat respons positif dari S&P.
Di sisi lain, lembaga pemeringkat juga mencermati perbaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan akhir tahun lalu, serta tren positif sejumlah indikator ekonomi di awal pemerintahan Presiden Prabowo. Kombinasi konsumsi domestik yang kuat, reformasi fiskal berkelanjutan, dan prospek investasi yang terjaga disebut menjadi penopang utama daya tahan ekonomi nasional.
Meski begitu, pemerintah tetap memberi perhatian pada rasio pembayaran bunga utang terhadap pendapatan negara. Purbaya menegaskan bahwa indikator tersebut akan terus dipantau untuk memastikan tidak membebani ruang fiskal di masa mendatang.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.