Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Fatwa memilih jalan yang penuh tantangan dan kemuliaan: mendaftar sebagai Perwira Karier TNI. Proses seleksi yang ketat dan pendidikan yang berat ia jalani dengan penuh ketekunan. Pada tahun 2025, ia dinyatakan lulus sebagai bagian dari Perwira Karier TNI Angkatan ke-33 — resmi bergabung dalam barisan perwira Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.
Penugasan pertamanya membawa Fatwa jauh dari kampung halaman. Ia ditempatkan di Batalyon Infanteri Raider Khusus 865/Satria Manewata, di bawah Komando Daerah Militer XV Pattimura yang berpusat di Maluku. Bagi sebagian orang, bertugas jauh dari keluarga di tanah yang asing bisa terasa berat. Namun bagi Fatwa, ini adalah bagian dari konsekuensi pengabdian yang ia pilih dengan sadar dan penuh kebanggaan.
Di sinilah kepercayaan itu datang. Tidak lama setelah bergabung, Letda Inf. Muhammad Fatwa Nuraffan dipercaya menjadi Komandan Paskibra Kabupaten Seram Bagian Barat. Ia memimpin pasukan pengibar bendera dalam rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia — memastikan setiap gerakan presisi, setiap langkah penuh wibawa, dan merah putih berkibar sempurna di langit Maluku.
Ada keindahan yang tersembunyi dalam perjalanan ini. Seorang pemuda yang dulu berdiri sebagai pengibar bendera di kampung halamannya sendiri, kini memimpin para pengibar bendera di kabupaten lain yang jaraknya ribuan kilometer dari Sinjai. Lingkaran pengabdian itu terasa utuh dan bermakna.
Sinjai Barat, tanah kelahiran Fatwa, bukan sekadar hamparan pegunungan biasa. Kecamatan ini berbatasan dengan Kabupaten Bone di utara, Kabupaten Maros di barat, dan Kabupaten Gowa di selatan. Wilayahnya dikenal sebagai sentra pertanian dan perkebunan kopi lokal yang produktif, sekaligus menyimpan potensi wisata alam yang indah — termasuk Desa Terasa yang diapit bukit-bukit menawan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.