Dari tanah yang kaya dan subur itulah Muhammad Fatwa Nuraffan lahir, dibesarkan oleh sepasang orang tua yang mendedikasikan hidupnya pada pendidikan dan keluarga. Ayahnya yang berprofesi sebagai pendidik tentu memahami betul bahwa ilmu dan karakter adalah bekal terbaik yang bisa diberikan kepada seorang anak.

Kini bekal itu telah berbuah. Fatwa bukan hanya menjadi perwira TNI, tetapi menjadi perwira yang dipercaya memimpin — di awal karier, di tanah yang jauh, dengan tanggung jawab yang tidak ringan.

Bagi keluarga besar di Manipi, bagi masyarakat Sinjai Barat, dan bagi almamaternya di SMA Negeri 6 Manipi maupun Universitas Negeri Makassar, perjalanan Letda Fatwa adalah kebanggaan yang layak dirayakan. Ia membuktikan bahwa dari daerah mana pun seseorang berasal, selama tekad membara dan langkah tidak pernah berhenti, pintu pengabdian akan selalu terbuka lebar.

Perjalanan seorang perwira muda memang baru saja dimulai. Masih panjang jalan yang akan ditempuh Letda Inf. Muhammad Fatwa Nuraffan dalam karier militernya. Namun fondasi yang ia bangun — dari Manipi, dari UNM, dari pendidikan perwira, hingga ke Seram Bagian Barat — adalah fondasi yang kokoh untuk masa depan pengabdian yang lebih besar.

Sinjai Barat boleh berdiri tegak dan berbangga. Dari lembahnya yang hijau, dari keluarga seorang pendidik bernama Musafir dan seorang ibu bernama Amriati, telah lahir seorang perwira yang kini mengibarkan nama kampung halaman — setinggi bendera merah putih yang berkibar di langit Maluku.



Follow Widget