Di sisi lain, ada ironi yang sulit disembunyikan. Di saat jutaan warga Indonesia berjuang mendapatkan bantuan sosial yang kerap terlambat atau salah sasaran, sebagian pegawai yang seharusnya memastikan bantuan itu sampai ke tangan yang tepat justru sibuk menghabiskan dana di platform judi online.
Gus Ipul sendiri meminta publik untuk tidak menggeneralisasi. Ia menegaskan bahwa mayoritas pegawai Kemensos tetap menjalankan tugas dengan baik dan berintegritas. Namun ia juga sadar bahwa temuan ini tidak bisa disapu ke bawah karpet.
“Ini pelanggaran berat,” tegasnya. Dan untuk sekali ini, pernyataan itu terdengar bukan sebagai basa-basi pejabat.
Langkah Kemensos kini dinantikan publik bukan hanya sebagai tindakan disiplin internal, tetapi sebagai ujian keseriusan negara dalam memberantas judi online dari dalam perutnya sendiri. Jika terbukti ada uang negara yang diputar di meja judi virtual, maka proses hukum pidana pun seharusnya mengikuti—bukan sekadar sanksi administratif.
Karena yang dipertaruhkan kali ini bukan hanya karier ribuan pegawai. Yang dipertaruhkan adalah kepercayaan rakyat kepada negara.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.