MINUT, PUNGGAWANEWS – Tiga puluh enam orang. Itulah jumlah yang dipercaya membawa nama seluruh Minahasa Utara ke panggung Pramuka nasional — sebuah amanah yang tak ringan untuk ditanggung pundak para remaja.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara secara resmi melepas kontingen Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Minut pada Selasa, 11 Agustus 2026, dalam sebuah upacara yang berlangsung di Atrium Kantor Bupati. Momen itu ditandai dengan penyerahan piagam dan lencana sebagai simbol pengakuan atas keberanian para peserta untuk melangkah jauh dari tanah kelahiran mereka.
Kontingen yang diberangkatkan terdiri dari 30 penggalang putra dan putri, ditambah sejumlah pembina dan official, sehingga total mencapai 36 orang. Mereka dijadwalkan bertolak pada Rabu pagi, 12 Agustus, menuju Buperta Cibubur, Jakarta — arena besar yang menjadi tuan rumah Jambore Nasional XII 2026.
Jambore Nasional bukan sekadar kemah biasa. Ini adalah pertemuan akbar ribuan Pramuka dari seluruh penjuru Indonesia, ajang di mana nilai-nilai kepanduan diuji, persahabatan lintas daerah terjalin, dan karakter generasi muda ditempa dalam suasana penuh kebersamaan.
Selama sepuluh hari ke depan, hingga Sabtu, 22 Agustus, kontingen Minut akan menjalani serangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengasah kemampuan, kemandirian, dan semangat pengabdian. Sepuluh hari yang padat — bukan sekadar petualangan, tapi juga ujian nyata tentang siapa mereka dan apa yang mereka bawa dari Minahasa Utara.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Minut, Denny Lolong, tidak bisa hadir langsung dalam upacara pelepasan. Namun melalui perwakilannya, Jhoni Moray, ia menitipkan pesan yang sederhana namun membekas. “Adik-adik harus semangat, belajar dan belajar. Perjuangan saat ini bukan lagi memikul senjata, tetapi perjuangan kita adalah belajar,” kata Jhoni menyampaikan pesan Ketua Kwarcab.
Kata-kata itu bukan klise. Di tengah era ketidakpastian global dan persaingan yang kian ketat, semangat belajar adalah senjata paling relevan yang bisa dipegang generasi muda hari ini. Para penggalang Minut diingatkan bahwa mereka bukan sekadar peserta — mereka adalah utusan dari daerah yang menaruh harapan besar.
Sekretaris Daerah Minahasa Utara, Novly Wowiling, hadir mewakili Bupati Joune Ganda dalam prosesi pelepasan tersebut. Ia menegaskan bahwa keterlibatan pemerintah dalam pembinaan Pramuka bukan hal yang bisa dipandang sebelah mata. Gerakan Pramuka, menurutnya, bukan hanya soal tanda kecakapan atau kompetisi semata — ini tentang membangun fondasi karakter anak bangsa sejak dini.
Dukungan pemerintah itu juga datang dalam bentuk konkret. Pemkab Minahasa Utara telah memberikan bantuan sebesar Rp10 juta untuk membantu pembiayaan keberangkatan kontingen. Sebuah bentuk nyata keberpihakan pemerintah daerah terhadap pembinaan generasi muda.
Namun di balik semangat yang membara, ada tantangan logistik yang masih membayangi. Kwarcab Minut mengakui bahwa anggaran yang tersedia belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan kontingen, terutama untuk biaya tiket kepulangan dari Jakarta menuju Manado. Dukungan tambahan dari berbagai pihak masih sangat diharapkan agar tidak ada satu pun peserta yang terhambat oleh persoalan biaya.
Kondisi ini mencerminkan realita yang dialami banyak kwartir cabang di daerah — semangat tak pernah kurang, tetapi sumber daya kerap menjadi kendala. Kepergian 36 orang ini adalah bukti bahwa semangat itu tetap menyala, meski dengan keterbatasan yang harus disikapi bersama-sama.
Bagi para penggalang yang berangkat, Jambore Nasional adalah pengalaman yang kemungkinan besar tak akan terlupakan seumur hidup. Bertemu dengan Pramuka dari Sabang sampai Merauke, belajar dari perbedaan, dan merasakan betapa luasnya Indonesia bukan hanya di peta, tapi juga di hati orang-orangnya.
Minahasa Utara memang bukan kabupaten terbesar di Indonesia. Tapi dalam barisan kontingen yang berangkat dengan penuh keyakinan itu, nama daerah ini akan berkibar dengan bangga di tengah ribuan tenda dan obor Pramuka di Cibubur.
Sepuluh hari ke depan adalah milik mereka. Dan ketika mereka kembali pada 22 Agustus, semoga yang pulang bukan hanya raga yang lelah — tapi jiwa yang lebih matang, lebih luas wawasannya, dan lebih besar rasa cintanya pada negeri ini.
FAQ
Kapan kontingen Pramuka Minahasa Utara berangkat ke Jambore Nasional XII 2026?
Kontingen Kwarcab Pramuka Minut dijadwalkan berangkat pada Rabu, 12 Agustus 2026, dan akan kembali ke Minahasa Utara pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Berapa jumlah peserta yang dikirim Minahasa Utara ke Jamnas XII 2026?
Sebanyak 36 orang diberangkatkan, terdiri dari 30 penggalang putra dan putri, serta pembina dan official yang mendampingi.
Apa kendala yang dihadapi kontingen Pramuka Minut dalam keberangkatan ke Jamnas 2026?
Kwarcab Minut masih menghadapi keterbatasan anggaran, terutama untuk biaya tiket kepulangan dari Jakarta ke Manado. Pemkab telah memberikan bantuan Rp10 juta, namun dukungan tambahan masih sangat diharapkan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.