Dedi menyatakan bahwa warga Indonesia membutuhkan dorongan dan motivasi ekstra yang berbeda dari warga negara maju. Menurut pandangannya, insentif finansial bisa menjadi pemantik yang efektif untuk menggerakkan partisipasi warga yang selama ini cenderung pasif.

Langkah sang gubernur rupanya mendapat sambutan positif dari aparat keamanan. Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Pipit Rismanto menyatakan dukungannya terhadap program sayembara tersebut. Baginya, ini adalah bentuk motivasi nyata yang bisa mendorong semua pihak—di luar kepolisian—untuk turut peduli pada keamanan lingkungan.

“Ini adalah bentuk pemberian semangat dan motivasi kepada semua pihak, selain kepolisian,” kata Pipit. Ia menekankan bahwa penegakan hukum terhadap kejahatan seperti begal memang merupakan kewajiban dan tanggung jawab kepolisian, namun persoalan keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Kapolda berharap program yang digagas Dedi ini mampu menekan angka kejahatan sekaligus menghidupkan kembali semangat patroli dan siskamling di tengah komunitas. Dua tradisi pengamanan lingkungan berbasis warga itu dinilai telah terbukti efektif secara historis, namun kian terpinggirkan di era modern.

Fenomena begal sendiri bukan hal baru di Kota Bandung. Modus operandi para pelaku terus berkembang, dari pencurian kendaraan bermotor dengan kekerasan hingga perampokan di titik-titik sepi. Keresahan warga yang terus menumpuk menjadi latar belakang munculnya inisiatif tidak konvensional dari orang nomor satu di Jawa Barat ini.



Follow Widget