Dedi Mulyadi juga menyampaikan keyakinannya bahwa Polda Jabar akan bersikap tegas terhadap anggotanya yang terbukti melakukan pelanggaran lalu lintas. Ia menekankan pentingnya saling menghormati tugas masing-masing pihak, baik aparat keamanan maupun warga sipil.
Kasus ini seolah menjadi cermin bagi masyarakat luas. Di satu sisi, ada seorang petugas lapangan yang rela menghadapi risiko intimidasi demi menjalankan tanggung jawabnya. Di sisi lain, ada aparat negara yang justru mempertontonkan arogansi di jalan raya.
Reaksi publik terhadap kasus ini begitu masif bukan tanpa alasan. Masyarakat yang selama ini kerap merasa tak berdaya menghadapi kesewenang-wenangan pengguna jalan yang merasa berkuasa melihat sosok Victor sebagai representasi keberanian yang selama ini dirindukan.
Dukungan warganet pun mengalir deras. Banyak yang menyebut Victor sebagai pahlawan jalanan, seseorang yang dalam posisi paling tidak menguntungkan sekalipun memilih untuk tidak diam. Respons Gubernur Dedi Mulyadi dinilai publik sebagai langkah tepat yang memberi pesan jelas: kebenaran tidak selalu kalah.
Kini, dengan jabatan baru yang menanti di kawasan Gedung Sate, Victor Harefa memulai babak baru dalam hidupnya. Sebuah babak yang lahir bukan dari koneksi atau privilese, melainkan dari sebuah tindakan sederhana namun penuh nyali di persimpangan lampu merah Bundaran HI.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.