Hendra memastikan bahwa proses hukum dan pemeriksaan kode etik terhadap ketiga personel tersebut tetap berjalan di bidang profesi dan pengamanan Polda Jabar. Propam Polda Jabar disebut telah mengantongi bukti yang cukup terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan ketiganya di lokasi proyek MRT Bundaran HI.

Berdasarkan temuan itu, ketiga anggota polisi tersebut akan segera dihadapkan ke sidang Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) untuk menentukan sanksi resmi yang akan dijatuhkan. Polda Jabar, menurut Hendra, berkomitmen penuh menindak setiap bentuk pelanggaran oleh anggotanya secara transparan dan tanpa diskriminasi.

Sementara itu, kisah Victor mengambil giliran yang mengejutkan. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjemput langsung perhatian publik itu dengan mengundang Victor ke Gedung Pakuan, Bandung, untuk bertemu secara langsung.

Dalam pertemuan itu, Dedi menggali latar belakang Victor. Pria asal Nias yang tinggal di kawasan Paster, Bandung, itu rupanya sudah lama berniat pindah kerja dari Jakarta kembali ke Bandung. Niat itu kini terwujud lewat cara yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Victor ditawari posisi sebagai petugas keamanan di kawasan Gedung Sate, salah satu ikon bersejarah Jawa Barat yang saat ini tengah menjalani proses penataan dan perbaikan halaman. Penempatan ini bukan sekadar tawaran pekerjaan biasa, melainkan sinyal kuat dari sang gubernur bahwa integritas dan keberanian layak mendapat penghargaan nyata.



Follow Widget