Dan di pagi hari yang terburu-buru, di antara desak-desakan penumpang yang hendak naik kereta, pilihan itu nyaris tidak pernah sungguh-sungguh rasional. Kaki lebih dulu melangkah sebelum otak sempat berpikir — mengikuti hidung, menuju aroma yang sudah terlanjur akrab, apa pun nama yang tertulis di papannya.
Roti’O dan Rotiboy: Dua Nama, Satu Aroma, dan Satu Kisah Pecah Kongsi yang Tak Pernah Tuntas Diceritakan
Penulis : Punggawa News
Halaman
BERITA TERKAIT

BERITA TERBARU

KOMENTAR ANDA
CLOSE

LIVE
PUNGGAWAVIDEO
✕
Loading...
▶
Tutup
✕


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.