Dan di pagi hari yang terburu-buru, di antara desak-desakan penumpang yang hendak naik kereta, pilihan itu nyaris tidak pernah sungguh-sungguh rasional. Kaki lebih dulu melangkah sebelum otak sempat berpikir — mengikuti hidung, menuju aroma yang sudah terlanjur akrab, apa pun nama yang tertulis di papannya.



Follow Widget