Pemeriksaan laboratorium juga menjadi bagian yang tidak kalah penting. Pengecekan kadar hemoglobin dan gula darah dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan anemia atau gangguan metabolisme yang bisa mempengaruhi performa peserta saat bertugas di bawah terik matahari pada hari peringatan kemerdekaan.

Tak berhenti di situ, setiap peserta juga mendapatkan sesi konsultasi kesehatan bersama tenaga medis. Momen ini dimanfaatkan untuk memberikan edukasi seputar pola hidup sehat, asupan gizi yang tepat, serta cara menjaga kebugaran selama masa latihan intensif menjelang 17 Agustus.

Pemeriksaan kesehatan sebelum pelaksanaan tugas Paskibraka bukan hal baru, namun tetap krusial. Upacara pengibaran bendera pusaka berlangsung di luar ruangan dalam durasi yang cukup panjang. Tanpa kondisi fisik yang prima, risiko pingsan atau gangguan kesehatan lainnya bisa menganggu khidmatnya momen sakral tersebut.

Dengan jumlah peserta yang mencapai 83 orang, koordinasi antara pihak sekolah, panitia seleksi Paskibraka, dan UPTD Puskesmas Manipi menjadi kunci kelancaran kegiatan ini. Sinergi tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya bersemangat, tetapi juga sehat secara jasmani.

UPTD Puskesmas Manipi menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan kepemudaan di wilayah kerjanya. Pembinaan kesehatan remaja dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan hanya dalam konteks Paskibraka, tetapi juga dalam membentuk generasi yang sadar akan pentingnya kesehatan sejak dini.



Follow Widget