SINJAI, PUNGGAWANEWS – Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai terus memperkuat sistem kewaspadaan terhadap malaria meski daerah ini telah berhasil meraih status eliminasi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Testing Panel Petugas Mikroskopis Malaria Tingkat Kabupaten Sinjai Tahun 2026, Rabu (29/7/2026), di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Sinjai.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kualitas diagnosis malaria tetap terjaga melalui peningkatan kompetensi petugas laboratorium yang bertugas melakukan pemeriksaan mikroskopis di seluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Sinjai.
Testing Panel dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, S.Sos., M.Si., didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Akhirani, SKM., M.Kes., serta Penanggung Jawab Program Malaria Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai. Hadir pula Tim Cross-checker Malaria Kabupaten Sinjai bersama perwakilan PATELKI Sinjai yang bertindak sebagai penguji dan validator.
Peserta berasal dari seluruh UPTD Puskesmas se-Kabupaten Sinjai, RSUD Sinjai, RS Pratama Bulupaccing, hingga Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Sinjai. Mereka mengikuti uji kompetensi sebagai bagian dari pengendalian mutu pemeriksaan laboratorium malaria.
Dalam sambutannya, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai menegaskan bahwa pemeriksaan mikroskopis hingga kini masih menjadi gold standard dalam menegakkan diagnosis malaria. Karena itu, kemampuan petugas dalam mengidentifikasi parasit secara akurat menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan pengobatan pasien sekaligus menjaga Kabupaten Sinjai tetap bebas dari penularan malaria.
“Testing Panel bukan sekadar kegiatan evaluasi kompetensi, tetapi merupakan komitmen bersama untuk memastikan setiap petugas mikroskopis mampu menghasilkan pemeriksaan yang akurat dan berkualitas. Saya berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, menjunjung tinggi integritas, serta menjadikannya sebagai sarana pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan dalam menegakkan diagnosis malaria,” ujarnya.
Selama proses pengujian, peserta mengikuti metode blinded test menggunakan slide panel yang telah divalidasi. Penilaian dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kemampuan membuat dan mewarnai sediaan, mengidentifikasi parasit malaria, menentukan spesies, hingga menghitung kepadatan parasit sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai berharap kualitas pelayanan laboratorium malaria di seluruh fasilitas kesehatan semakin meningkat. Diagnosis yang cepat, tepat, dan akurat dinilai menjadi kunci untuk mempertahankan status eliminasi malaria yang telah diraih Kabupaten Sinjai, sekaligus mencegah munculnya kembali penularan (re-establishment) sehingga Sinjai tetap menjadi daerah yang bebas malaria.
FadelM (Biro Sinjai)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.