Dalam bagian inti sambutannya, Sekda menyampaikan tiga pesan penting yang perlu dipegang oleh para jemaah sepulang dari Tanah Suci. Ketiganya bukan sekadar nasihat biasa, melainkan amanah yang lahir dari kesadaran bahwa gelar haji membawa tanggung jawab sosial yang besar.

Pertama, menjaga nama baik Kabupaten Sinjai dengan menunjukkan sikap santun, rendah hati, dan menjadi penyejuk di lingkungan masing-masing. Seorang haji mabrur mestinya terlihat bukan hanya dari gelarnya, tetapi dari cara ia berinteraksi dengan tetangga, keluarga, dan komunitasnya.

Kedua, menjaga kesehatan pasca perjalanan panjang. Badan yang kelelahan usai berbulan-bulan beribadah membutuhkan istirahat cukup, asupan gizi yang baik, serta pemeriksaan medis jika diperlukan. Ini bukan kemewahan, melainkan kebutuhan agar para jemaah bisa kembali aktif berkontribusi.

Ketiga, menjadikan predikat haji dan hajjah sebagai motivasi nyata untuk meningkatkan kepedulian sosial. Sinjai membutuhkan kontribusi aktif dari warganya, dan para haji diharapkan menjadi bagian dari kekuatan itu—bukan hanya dalam urusan ritual, tetapi juga dalam membangun kebersamaan warga.

“Mari kita buktikan bahwa gelar haji dan hajjah bukan sekadar status, tetapi menjadi inspirasi dalam meningkatkan kualitas sosial dan keagamaan masyarakat. Mari bersama-sama membangun Sinjai yang lebih religius, mulai dari memakmurkan masjid hingga membantu sesama yang membutuhkan,” pesannya.



Follow Widget