Prabowo mendorong agar percepatan penataan ini tidak sekadar mempercantik tampilan, tetapi benar-benar berdampak pada kehidupan nelayan—mulai dari infrastruktur penangkapan ikan, fasilitas pengolahan hasil laut, hingga akses pasar yang lebih baik.
Di penghujung rapat, Presiden Prabowo menyampaikan penegasan yang kuat kepada seluruh peserta. Setiap program prioritas negara, kata Presiden, harus dijalankan dengan disiplin, tepat sasaran, dan bebas dari segala bentuk penyimpangan.
Ia secara tegas menyatakan tidak boleh ada pelaksanaan yang melenceng dari tujuan awal. Ia juga mengingatkan bahwa tidak boleh ada pihak yang memanfaatkan program-program ini untuk kepentingan di luar amanat pemerintah.
Peringatan ini terasa relevan mengingat ketiga program tersebut melibatkan anggaran negara yang besar dan menyentuh jutaan penerima manfaat. Potensi penyelewengan tentu selalu ada, dan Prabowo tampaknya ingin menutup celah itu sebelum semakin melebar.
Rapat Terbatas di Istana Merdeka ini pun menjadi sinyal bahwa pemerintahan Prabowo tidak akan membiarkan program-program prioritasnya berjalan asal-asalan. Ada mekanisme evaluasi, ada pengawasan, dan ada konsekuensi bagi siapa pun yang menyalahgunakannya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.