JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Istana Merdeka kembali menjadi panggung diplomasi kelas dunia. Selasa, 7 Juli 2026, Presiden Prabowo Subianto menyambut kedatangan Perdana Menteri India Narendra Modi dalam kunjungan kenegaraan yang sarat agenda strategis—dari teknologi antariksa hingga pelestarian Candi Prambanan.
Kunjungan Modi bukan peristiwa biasa. India adalah negara dengan lebih dari 1,4 miliar penduduk dan salah satu kekuatan ekonomi terbesar di planet ini. Kehadirannya di Jakarta menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia kini diperlakukan sebagai mitra sejajar oleh raksasa Asia Selatan itu.
Ini pun bukan kunjungan pertama yang datang beruntun. Dalam dua pekan terakhir, Istana Merdeka telah menerima Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier, Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko, dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong. Empat pemimpin dunia dalam tempo singkat—sebuah ritme diplomatik yang jarang terjadi dalam sejarah Indonesia modern.
Para pengamat hubungan internasional melihat tren ini bukan kebetulan. Ada kepercayaan yang terhadap Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo—kepercayaan bahwa negara ini siap memainkan peran lebih besar, baik di kawasan Asia Tenggara maupun di pentas global.
Pertemuan bilateral antara Prabowo dan Modi menjadi inti kunjungan ini. Keduanya membahas penguatan kemitraan strategis Indonesia–India, melanjutkan momentum yang telah dibangun sejak kunjungan Presiden Prabowo ke New Delhi pada Januari 2025. Dalam waktu kurang dari setahun setengah, dua kepala negara ini sudah dua kali duduk semeja—sebuah keintiman diplomatik yang mencerminkan urgensi kerja sama yang ingin dibangun.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.