Setelah membahas MBG, rapat beralih ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Presiden Prabowo meminta Menteri Koordinator Bidang Pangan beserta timnya untuk fokus meningkatkan pelayanan koperasi agar benar-benar berfungsi sebagai penggerak ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.

Koperasi Merah Putih dirancang bukan sekadar sebagai lembaga simpan pinjam biasa. Pemerintah menempatkan lembaga ini sebagai instrumen strategis untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat desa dari bawah. Namun tanpa pelayanan yang optimal, fungsi strategis itu akan sulit terwujud.

Pesan Prabowo kepada Menko Pangan cukup jelas: benahi pelayanan, perkuat tata kelola, dan pastikan koperasi ini menjadi denyut nadi ekonomi warga desa—bukan sekadar papan nama.

Satu lagi program yang dibahas secara khusus adalah Kampung Nelayan Merah Putih. Presiden Prabowo menekankan perlunya percepatan penataan kawasan tersebut agar lebih produktif, teratur, dan mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat pesisir yang selama ini kerap tertinggal dari sisi pembangunan.

Kawasan nelayan di berbagai daerah Indonesia dikenal masih banyak yang kumuh dan tidak tertata. Program Kampung Nelayan Merah Putih hadir dengan ambisi mengubah wajah kawasan pesisir sekaligus meningkatkan produktivitas para nelayan. Tapi ambisi itu butuh eksekusi yang nyata dan terukur.



Follow Widget