Kebijakan ini sejalan dengan misi besar pemerintahan Prabowo yang berkomitmen menyediakan pendidikan gratis mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Layanan gratis di sekolah negeri tidak mungkin berjalan tanpa guru yang sejahtera dan berkualitas — dan itulah logika di balik kebijakan ini.

Tidak berhenti pada soal gaji dan status, Presiden Prabowo juga meminta agar kualitas guru terus ditingkatkan secara sistematis. Pemerintah akan membiayai berbagai program pelatihan guru langsung dari APBN. Ini bukan program insidental, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ekosistem pendidikan nasional.

“Peningkatan kualitas guru melalui berbagai pelatihan, yang nanti biayanya akan dapat dipenuhi dari dana APBN,” ujar Mu’ti mengutip arahan Presiden.

Dalam pandangan pemerintah, semua kebijakan ini merupakan satu paket yang saling berkaitan. Guru yang sejahtera akan mengajar dengan lebih baik. Guru yang terlatih akan menghasilkan murid yang lebih kompeten. Dan pendidikan gratis yang bermutu hanya bisa diwujudkan jika fondasi tenaga pengajarnya kuat dari sisi ekonomi maupun kapasitas.

Mu’ti menutup pernyataannya dengan penegasan yang cukup tegas. Semua arahan presiden ini bukan sekadar wacana. Mereka adalah bagian dari komitmen negara terhadap hak setiap anak Indonesia untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu — tanpa terkecuali, tanpa memandang dari mana mereka berasal.



Follow Widget