JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Presiden Prabowo Subianto menggebrak sidang paripurna DPR dengan pernyataan yang langsung memancing tepuk tangan riuh: anggaran perayaan ulang tahun kementerian resmi dihapuskan. Bukan sekadar wacana—kebijakan ini dikunci dalam pidato kenegaraan penyampaian RAPBN 2027.
Dalam forum bergengsi yang dihadiri pimpinan DPR, DPD, lembaga negara, pelaku usaha, hingga perwakilan petani dan nelayan itu, Prabowo menegaskan bahwa setiap rupiah uang negara harus memiliki tujuan yang jelas dan terukur. Tidak ada lagi pesta ulang tahun mewah atas nama institusi pemerintah.
“Untuk peringatan ulang tahun kementerian, cukup potong tumpeng di kantor,” ujar Prabowo, yang disambut tepuk tangan panjang para hadirin.
Pernyataan itu bukan sekadar simbolik. Prabowo secara eksplisit mendorong agar seluruh pemerintah daerah—provinsi, kabupaten, hingga kota—mengikuti langkah yang sama: tidak mengalokasikan anggaran untuk perayaan ulang tahun berskala besar. Dana yang selama ini mengalir ke panggung seremonial, ia tegaskan, jauh lebih berguna jika dialihkan untuk memperbaiki sekolah, membenahi rumah sakit, dan menaikkan gaji guru.
Kebijakan efisiensi ini menjadi salah satu poin sentral dalam pidato Prabowo yang disampaikan bertepatan dengan penyerahan Rancangan Undang-Undang APBN 2027 kepada DPR. Momen itu menjadi tonggak penting, karena dokumen yang ditandatangani bersama Ketua DPR dan Ketua DPD RI itu akan menjadi landasan arah belanja negara sepanjang tahun fiskal mendatang.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.