Indonesia sendiri memiliki potensi demografis yang luar biasa. Dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa dan lebih dari separuhnya berusia produktif, negeri ini menyimpan energi besar yang tinggal menunggu dikelola dengan tepat melalui pendidikan berkualitas.

Namun potensi itu tidak akan pernah terwujud jika akses pendidikan masih timpang. Anak-anak di kota besar dengan mudah mengakses sekolah bermutu, sementara saudara-saudara mereka di daerah terpencil harus berjuang keras hanya untuk sampai ke sekolah—bahkan sering kali sekolah yang kondisinya memprihatinkan.

Kebijakan pendidikan gratis yang dicanangkan Prabowo bertujuan memutus rantai ketimpangan ini. Dengan menghilangkan hambatan biaya, pemerintah membuka jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk bersaing secara setara dengan mereka yang lahir dari keluarga berkecukupan.

Program ini juga diharapkan menekan angka putus sekolah yang masih menjadi persoalan serius di berbagai daerah. Data menunjukkan bahwa faktor ekonomi masih menjadi penyebab utama anak-anak meninggalkan bangku sekolah sebelum waktunya, terutama di jenjang SMA dan perguruan tinggi.

Dengan terbukanya akses hingga ke jenjang Perguruan Tinggi Negeri, generasi muda dari keluarga miskin kini memiliki peluang yang sama untuk meraih gelar sarjana dan memasuki dunia kerja dengan bekal yang jauh lebih kuat.



Follow Widget