Maka perbaikan gedung sekolah dan fasilitas pendidikan yang rusak masuk dalam agenda prioritas pemerintah. Anak-anak Indonesia berhak belajar di ruang yang aman, nyaman, dan mendukung mereka secara optimal, bukan di bangunan yang sewaktu-waktu bisa membahayakan keselamatan mereka.
Tidak kalah penting dari dua langkah sebelumnya, pemerintah juga berencana meningkatkan kesejahteraan dan gaji guru secara signifikan. Guru adalah ujung tombak pendidikan, sosok yang setiap hari hadir di hadapan anak-anak untuk membentuk karakter dan mengasah kecerdasan mereka.
Selama ini, banyak guru—terutama guru honorer di daerah terpencil—hidup dengan penghasilan yang jauh dari kata layak. Padahal tanggung jawab yang mereka emban sangat besar. Pemerintah menyadari bahwa meningkatkan kualitas pendidikan tidak bisa dipisahkan dari peningkatan kualitas hidup para pendidiknya.
Presiden Prabowo menegaskan, investasi terbesar sebuah bangsa bukanlah gedung pencakar langit, bukan pula infrastruktur megah semata, melainkan manusianya. Sumber daya manusia yang cerdas, terampil, dan berkarakter adalah modal utama Indonesia untuk bersaing di panggung global.
Pandangan ini sejalan dengan berbagai riset internasional yang menempatkan kualitas pendidikan sebagai faktor penentu kemajuan suatu negara dalam jangka panjang. Negara-negara yang hari ini menjadi kekuatan ekonomi dunia hampir semuanya memiliki sistem pendidikan yang kuat dan merata.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.