Imperial College London tidak hanya akan menjadi mitra simbolis. Kampus asal Inggris itu akan turun langsung dalam penyusunan kurikulum, penetapan standar pengajaran, hingga pelaksanaan riset bersama dengan universitas-universitas baru tersebut.

“Tadi juga dibicarakan terkait dengan rencana Bapak Presiden mendirikan 10 medical dan science university, nantinya akan dibantu banyak oleh Imperial College,” jelas Brian, menambahkan bahwa program visiting professor juga akan digarap bersama, tidak hanya dengan Imperial College tetapi juga kampus-kampus mitra lainnya.

Yang membuat kerja sama ini terasa istimewa adalah waktunya. Pertemuan berlangsung tidak lama setelah QS World University Rankings merilis hasil terbaru, di mana Imperial College London bertengger di posisi kedua dunia, hanya kalah dari Massachusetts Institute of Technology (MIT).

“Ini adalah sebuah capaian yang sangat baik. Karena kita tahu, baru saja QS Ranking mengumumkan Imperial College ini adalah ranking kedua di dunia di bawah MIT,” kata Brian.

Khusus di rumpun ilmu kedokteran, reputasi Imperial College juga tak kalah mengilap. Kampus ini menempati posisi keempat dunia untuk kategori pendidikan medis, sebuah capaian yang menjadikannya rujukan ideal bagi Indonesia yang sedang berbenah di sektor kesehatan.



Follow Widget