Lebih dari sekadar soal tarif, IEU-CEPA juga dirancang untuk mendorong masuknya investasi dari Eropa ke Indonesia. Ini menjadi peluang bagi pengembangan industri dalam negeri, alih teknologi, dan penciptaan lapangan kerja baru.

Uni Eropa sendiri merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia. Dengan adanya kerangka kerja sama ekonomi komprehensif ini, hubungan kedua pihak diharapkan semakin kokoh dan saling menguntungkan dalam jangka panjang.

Namun rapat terbatas itu tidak hanya membahas IEU-CEPA. Prabowo juga menaruh perhatian serius terhadap nasib industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional yang belakangan menghadapi tekanan berat.

Industri TPT bukan sektor sembarangan. Sektor ini menyerap sekitar empat juta tenaga kerja di seluruh Indonesia dan menyumbang nilai ekspor yang mencapai sekitar 12 miliar dolar AS. Angka itu menempatkan tekstil sebagai salah satu tulang punggung industri manufaktur nasional.

Meski demikian, industri ini tengah berjuang keras. Serbuan produk impor tekstil dengan harga murah telah mengguncang daya saing produsen lokal. Sejumlah pabrik dilaporkan gulung tikar, dan ribuan buruh terancam kehilangan pekerjaan.



Follow Widget