Pandangan James Riady mencerminkan sentimen yang berkembang di kalangan pelaku usaha besar — bahwa kepercayaan mereka terhadap arah kebijakan pemerintah saat ini cukup solid untuk mendorong komitmen investasi jangka panjang.
Pertemuan ini berlangsung di tengah upaya pemerintah mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi. Target 8 persen yang dicanangkan Prabowo bukan angka sembarangan — ia membutuhkan dukungan investasi masif, peningkatan produktivitas sektor riil, dan ekosistem bisnis yang kondusif.
Kadin sebagai representasi dunia usaha memiliki peran sentral dalam ekosistem itu. Dengan jaringan yang membentang dari pusat hingga ke kabupaten-kabupaten di seluruh nusantara, Kadin menjadi jembatan penting antara kebijakan makroekonomi pemerintah dengan realitas bisnis di tingkat akar rumput.
Sinyal yang dikirimkan dari Istana Negara hari itu cukup jelas: pemerintah terbuka untuk mendengar, dan pelaku usaha diajak untuk terlibat lebih dalam — bukan hanya sebagai penerima kebijakan, tetapi sebagai mitra aktif dalam proses pembangunan.
Kolaborasi semacam ini menjadi semakin krusial ketika Indonesia tengah bersaing menarik investasi asing di tengah rivalitas regional yang sengit. Negara-negara tetangga juga gencar menawarkan insentif dan kemudahan berusaha — membuat daya tarik Indonesia harus terus diasah.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.