Ia mendorong jemaah untuk menghadirkan manfaat bagi sesama, memperkuat kepedulian sosial, dan menjadi teladan kebaikan di lingkungan masing-masing. Sikap ini, kata Ichsan, menjadi bukti nyata bahwa ibadah haji telah membekas dalam kehidupan sehari-hari.

Selain jemaah reguler, Kemenhaj juga mencatat perkembangan untuk jemaah haji khusus. Hingga hari ini, sebanyak 15.802 orang dari kategori ini telah kembali ke Indonesia, terdiri atas 15.066 jemaah dan 736 petugas pendamping.

Jemaah haji khusus umumnya menempuh perjalanan dengan paket layanan yang berbeda dari jemaah reguler, namun tetap berada dalam pengawasan dan koordinasi yang sama dari pihak Kemenhaj. Proses pemulangan keduanya berjalan paralel demi efisiensi waktu.

Kemenhaj memastikan akan terus mengawal proses pemulangan ini hingga seluruh jemaah, baik reguler maupun khusus, tiba kembali di Tanah Air dengan selamat. Target akhir dari seluruh proses ini adalah memastikan setiap jemaah memperoleh haji yang mabrur dan mabruroh.

Ichsan menutup pernyataannya dengan pesan yang sarat makna bagi seluruh jemaah yang baru maupun yang masih dalam proses kepulangan. “Dari Tanah Suci untuk Negeri, mari membawa pulang nilai dan menebarkan manfaat demi sukses peradaban,” pungkasnya.



Follow Widget