Sistem koordinasi antarpetugas pun dibenahi. Komunikasi lintas sektor akan diperkuat agar penanganan situasi di lapangan — termasuk kondisi darurat — dapat dilakukan lebih cepat dan tidak terhambat birokrasi yang lamban.
Namun pemerintah mengingatkan satu hal yang sering luput dari perhatian: keberhasilan haji bukan semata tanggung jawab petugas. Kedisiplinan jemaah menjadi faktor penentu yang sama pentingnya. Mematuhi arahan, menjaga kondisi fisik, dan tidak bertindak di luar prosedur adalah kunci agar seluruh rangkaian ibadah berjalan tanpa hambatan.
“Kami mengimbau jemaah untuk mematuhi arahan petugas dan menjaga kondisi kesehatan masing-masing agar ibadah dapat berjalan lancar,” tutup Maria.
Dengan pembenahan di berbagai lini ini, pemerintah menargetkan penyelenggaraan haji 2026 menjadi yang paling tertib dan nyaman bagi jemaah Indonesia — sebuah harapan yang kini diuji oleh kesiapan nyata di lapangan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.