JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Pemerintah Indonesia tidak ingin mengulangi catatan buruk dari musim haji sebelumnya. Memasuki penyelenggaraan haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, sejumlah perbaikan menyeluruh disiapkan — mulai dari pengaturan pergerakan jemaah di titik terpadat hingga penguatan layanan kesehatan di tengah terik Arab Saudi.
Juru Bicara Kementerian Haji, Maria Assegaff, menegaskan bahwa evaluasi mendalam atas pelaksanaan haji tahun lalu telah rampung dilakukan dan hasilnya langsung diterjemahkan ke dalam strategi konkret. Bukan sekadar janji perbaikan, melainkan langkah nyata yang menyentuh aspek teknis, pelayanan, hingga koordinasi petugas di lapangan.
“Kita belajar dari penyelenggaraan haji tahun lalu. Berbagai catatan evaluasi sudah kita tindak lanjuti untuk perbaikan layanan tahun ini, baik dari sisi teknis, pelayanan jemaah, maupun koordinasi petugas,” ujar Maria dalam konferensi pers, Selasa, 5 Mei 2026.
Salah satu fokus terbesar tertuju pada kawasan Armuzna — Arafah, Muzdalifah, dan Mina — tiga titik puncak ibadah yang selama ini kerap menjadi sumber kepadatan dan kekhawatiran keselamatan. Pemerintah menyiapkan skema mobilitas yang lebih terstruktur untuk mencegah penumpukan jemaah yang bisa berujung pada situasi berbahaya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.