Bagi banyak kalangan, arahan ini menjadi ujian nyata bagi Bakom. Lembaga yang baru terbentuk di era Prabowo ini kini dihadapkan pada ekspektasi besar: bukan hanya mahir dalam produksi konten dan narasi pemerintah, tetapi juga mampu menjadi jembatan yang sesungguhnya antara istana dan rakyat.

Tugas itu tidak mudah. Di era media sosial yang riuh, kepercayaan publik terhadap komunikasi resmi pemerintah sering kali tipis. Masyarakat sudah terlalu terbiasa dengan rilis yang dipoles rapi namun minim substansi.

Prabowo tampaknya menyadari hal itu. Dengan memanggil langsung pimpinan Bakom di luar jam kantor—di kediaman pribadinya, bukan di istana—ia mengirim pesan bahwa urusan komunikasi pemerintah bukan formalitas, melainkan prioritas.

Apakah Bakom mampu memenuhi harapan itu? Jawaban sesungguhnya bukan ada di konferensi pers berikutnya, melainkan di seberapa banyak suara warga yang benar-benar sampai ke telinga para menteri—dan ke telinga presidennya sendiri.



Follow Widget