Namun di balik capaian itu, persoalan besar masih membayangi. Charles Honoris mencatat bahwa hingga saat ini lebih dari 41.000 orang — ibu, anak, dan warga penerima manfaat — telah menjadi korban keracunan akibat program MBG. Angka itu menjadi penanda betapa mendesaknya perbaikan sistem yang harus terus dilanjutkan.
Masalah lain yang tak kalah krusial adalah ketepatan sasaran. Saat ini terdapat sekitar 62 juta penerima manfaat program MBG, sementara target awal yang sempat dicanangkan adalah 82 juta. Deputi Kepala BGN Agustina Arumsari sebelumnya menyatakan bahwa ke depan BGN akan memfokuskan sasaran pada anak-anak yang benar-benar membutuhkan, seperti mereka yang mengalami gizi buruk atau rentan terhadap stunting. Di media sosial, tidak sedikit unggahan yang memperlihatkan sisa-sisa makanan MBG yang tidak termakan di sekolah-sekolah.
Kamrus Samad menambahkan bahwa pemerintah sedang dalam proses evaluasi menyeluruh terhadap program MBG. Sebuah rapat terbatas khusus membahas reformasi program ini tengah berlangsung, dan hasilnya akan tercermin dalam Nota Keuangan RAPBN 2027 yang dijadwalkan disampaikan Presiden Prabowo pada 14 Agustus mendatang. Bukan tidak mungkin anggaran program MBG akan mengalami penyesuaian signifikan.
Soal siapa pengganti Nanik, pemerintah belum membuat pengumuman resmi hingga berita ini diturunkan. Sejumlah nama mulai beredar di kalangan jurnalis Istana, termasuk Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. Timoti Ivan memberi petunjuk bahwa pengganti Nanik kemungkinan seorang pria muda yang dekat dengan Presiden dan kerap berkeliling ke kampus-kampus.
Dari Istana Merdeka, jurnalis Metro TV melaporkan bahwa pelantikan Kepala BGN yang baru direncanakan berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB pada hari yang sama. Sementara itu, kantor BGN di Jakarta Pusat dijaga ketat dan awak media belum diizinkan masuk untuk melakukan konfirmasi langsung.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.