Aksi pencegatan konvoi kemanusiaan menuju Gaza bukan pertama kali terjadi. Pada 30 April lalu, pasukan Israel telah lebih dulu mencegat armada kedua di perairan internasional lepas pantai Yunani. Dari 175 aktivis yang ada, sebagian besar dikembalikan ke Eropa, namun dua orang ditahan selama 10 hari sebelum akhirnya dideportasi.
Tahun sebelumnya, upaya serupa yang melibatkan sekitar 50 kapal dan 500 aktivis juga gagal menembus blokade. Konvoi itu mengikutsertakan sejumlah nama besar, termasuk aktivis iklim asal Swedia Greta Thunberg, cucu Nelson Mandela Mandla Mandela, serta beberapa anggota parlemen dari negara-negara Eropa. Semuanya diblokir oleh otoritas Israel sebelum berhasil mencapai Gaza.
Sementara kondisi kemanusiaan di Gaza terus memburuk, berbagai elemen masyarakat sipil global tetap berupaya menerobos blokade melalui jalur laut. Misi Global Sumud Flotilla menjadi salah satu dari sedikit upaya terorganisir yang berhasil menarik perhatian dunia. Meski digagalkan, kehadiran aktivis dari puluhan negara dalam armada itu mengirim sinyal kuat bahwa tekanan internasional terhadap blokade Gaza terus menguat.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.